| Harga Emas Kembali Naik Setelah terjadi Ketegangan Geo Politik Baru |
Forex Exchanger - Penutupan perdagangan selasa kemarin nampaknya diwarnai aksi Kenaikan Harga Emas pada Pasar Berjangka di Divisi Comex Ney York Mercantile setelah terjadinya pelemahan terhadap Dolar Amerika serta akibat ketegangan Geo Politik baru.
Sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua bahwa kontrak emas yang paling aktif pada pengiriman desember menjadi naik 7 dolar AS atau ekuivalen dengan 0,66 persen,sehingga hal ini mendorong Harga Emas diperdagangkan pada level harga 1.073,80 dolar per ounce.
Penguatan yang terjadi pada Logam Mulia yakni emas dimana munculnya ekspektasi yang berkembang dan terkait dengan ketegangan Geo Politik akibat Turki yang sudah menembak jatuh Jet Tempur Rusia diperbatasan Suriah dan Turki.
Sebagaimana diketahui Turki adalah salah satu anggota NATO yang dipimpin oleh negara barat dan memang sudah lama menentang Rusia.
Sebagaimana yang dicatatkan oleh para analis bila kondisi Geo Politik meningkat maka dapat dipastikan investor akan beralih memilih kepada aset-aset yang dinilai memiliki unsur kemanan tinggi atau Safe Heaven diamana emas merupakan pilihan yang tepat.
Hal serupa juga akan terjadi ketika Bank Sentral Amerika ( Federal Resevre ) akan menaikkan suku bunga yang dilaksanakan pada pertemuan komite pasar terbuka ( FOMC ) yang kabarnya akan digelar pada bulan desember mendatang.
Menurut laporan yang disampaikan alat Fedwatch,CME GROUPTool,ada peluang besar akan terjadinya Kenaikan Suku Bunga Bank Central Amerika tersebut yang diperkirakan bisa mencapai 78 persen yang akan dilaksanakan bulan desember mendatang.
Kabar sebelumnya yang menyebutkan bahwa awalnya The Fed inginkan untuk Kenaikan Suku Bunga Bank pada tahun 2016 namun sebagaimana laporan tebaru menyatakan bahwa Kenaikan Suku Bunga The Fed diagendakan ulang sebelum tutup tahun 2015 ini.
Jika memang benar bahwa Kenaikan Suku Bunga Bank Central Amerika ini dijadwalkan naik pada bulan desember nanti maka dapat diprediksikan bahwa akan banyak Investor yang menjauh dari Emas sehingga kemilau harganya kemungkinan akan turun meskipun kini banyak investor yang kembali berburu emas dan menjadikan Aset Safe Heaven ini bersinar.
Namun demikian dikabarkan kali ini Indeks dolar juga mengalami penurunan sebesar 0,17 persen menjadi 99,59 sebagaimana data pada jam 19.30 GMT.
Indeks Dolar ini digunakan untuk mengukur seberapa kuat Nilai mata uang dolar terhadap Mata Uang Utama lainya.
Perilaku bertolak belakang biasanya terjadi antara Dolar Dan Emas dimana jika Harga Dolar lemah maka Harga Emas akan naik,karena Emas yang diukur dengan Dolar akan menjadi murah dipasaran.
Laporan lain yang kemungkinan akan menjadi pertimbangan Kenaikan Suku Bunga Bank Central Amerika adalah adanya laporan tentang pertumbuhan ekonomi Amerika serikat sebagaimana yang dilaporkan oleh Departemen perdagangan Amerika.
Laporan tersebut mencatatkan bawah pertumbuhan Produk Domestik Bruto Amerika pada kwartal ketiga tumbuh meningkat dari tingkat revisi tahunan sebesar 2,1 persen,ini artinya ada kenaikan sebesar 0,6 prosentasinya dari sebelumnya.
Laporan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Amerika ini memang sesuai dengan harapan namun demikian dikarenakan tidak ada pelemahan yang tidak terduga hal ini akan memberikan peluang kepada The Fed untuk menaikkan Suku Bunga Bank nya pada pertemuan FOMC desember mendatang.
Untuk laporan pengirimn komoditi lainya yakni perak mencatatkan pada data kenaikan pengiriman sebesar 12,7 sen atau menjadi 0,91 persen sehingga berada pada harga 14,159 dolar AS per ounce.
Sedangkan untuk platinum mencatatkan penurunan pada pengiriman januari sebesar 5,7 Dolar AS atau sebesar 0,67 persen sehingga membawanya pada level harga perdagangan 841,70 dolar AS per Ounce.
Thanks for reading & sharing Forex Exchanger

0 comments:
Post a Comment