Home » , , , , , » Dolar Melemah Akibat Suku Bunga Bank Sentral Amerika Diperkirakan Berjalan Bertahap

Dolar Melemah Akibat Suku Bunga Bank Sentral Amerika Diperkirakan Berjalan Bertahap

Posted by Forex Exchanger on Thursday, November 19, 2015

Dolar Melemah Akibat Suku Bunga Bank Sentral Amerika Diperkirakan Berjalan Bertahap
Di Asia Kurs mata uang dolar amerika terus melemah terhadap Enam mata uang utama lainya menjelang pertemuan kunci bank central amerika The Fed yang akan memberikan kejelasan tentang pemotongan Stimulusnya.

Forex Exchanger - Di Asia kurs Mata uang Dolar Amerika terus melemah selama hampir tujuh bulan terhadap Mata Uang Euro.
Hal ini kemungkinan karena didorong oleh tingkat resiko yang terus meningkat terhadap pandangan optimis Ekonomi Amerika serikat sehingga menyebabkan para dealer berpandangan bahwa program stimulus amerika diperkirakan akan berjalan lambat.

Dari hasil catatan pertemuan Bank sentral amerika The Fed pada bulan oktober lalu yang mengisyaratkan anggota dewan yakin bahwa Negara ekonomi terbesar itu bisa menahan kenaikan suku bunga karena kekawatiran terhadap prospek pelemahan ekonomi global.

Intrepertasi positif mendorong pasar regional dengan  ekuitas-ekuitas dengan berjalan reli setelah mengalami lonjakan di Wall Street.
Akibat hal ini menyebabkan mata uang negara-negara berkembang juga mengalami kenaikan dikarenakan para dealer lebih memilih bermain pada aset-aset yang lebih beresiko dengan imbal hasil yang sebanding.

Sebagai contoh pelemahan dolar di Asia adalah pelemahan terhadap yen dimana Bank sentral Jepang ( BoJ ) memutuskan untuk menentang program stimulusnya kendati Negara tersebut masuk masa Resesi ekonomi.

Mengutip apa yang disampaikan oleh Ahli mata uang City Group,Inc di Singapura kepada Bloomberg news yang menyatakan bahwa "Jika Fed berhasil dalam meyakinkan investor bahwa langkah menaikkan suku bunganya akan sangat bertahap, akan kurang menguntungkan bagi dolar, terutama terhadap mata uang berisiko yang akan mendapatkan keuntungan dari penarikan akomodasi di tempat lain,"

Pada hari kamis ini Euro berhasil naik menjadi 1,0710 per dolar dari 1,0660 pada hari Rabu di New York,sedangkan untuk Greenback dikabarkan menurun dari 123,23 yen menjadi 123,59 yen.

Sebagian peserta pertemuan kebijakan bank sentral amerika Fed memperkirakan persyaratan kenaikan suku bunga akan menjadi tepat pada pertemuan mereka berikutnya,setelah secara luas mengalami tingkat penurunan.

Diantara mata uang "Emerging Market" yang mengalami kenaikan diantaranya adalah Dolar Australia yang mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen terhadap Greenback,sedangkan untuk Mata uang Korea yakni Won juga mengalami kenaikan sebesar 0,80 Persen,sedangkan untuk Ringgit Malaysia mengalami kenaikan menjadi 1,26 persen.

Sedangkan untuk Dolar Selandia baru mengalami sedikit kenaikan mencapai sebesar 0,96 persen,Rupiah naik menjadi 0.33 persen dan Mata uang negeri gajah putih yakni Thailand diperdagangkan sedikit lebih tinggi yakni pada 0,19 Persen.

Kenaikan Mata uang Asia juga terjadi pada Dolar Singapura dan Taiwan yang memiliki sentimen kenaikan terhadap unit-unit Amerika serikat.

Thanks for reading & sharing Forex Exchanger

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Menu :