| Bar Harga Bursa Saham |
Forex Exchanger - Minimnya sentimen positif yang mampu menggerakkan Harga saham nampaknya berimbas kepada pergerakan harga saham di Lantai Bursa Efek Indonesia dimana hal itu berdampak kepada penutupan Indek Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kemarin yang ditutup dengan penurunan sebesar 20,26 persen.
Dengan pelemahan sebesar 20,26 persen tersebut ini berarti IHSG yang diperdagangkan pada pasar Bursa Efek Indonesia kemarinmengalami penurunan sebesar 0,44 persen sehingga IHSG ada pada level 4.541,06.
Sedangkan untuk Kelompok Saham Unggulan LQ45 juga mengalami depresiasi dengan bergerak turun sebesar 0,88 persen atau setara dengan 6,90 poin dan membawanya pada level 780,54.
Mengutip apa yang disampaikan oleh Kepala Riset Universal Broker Indonesia,Satrio Utomo dijakarta kemarin sebagaimana yang dimuat oleh Antara News tanggal 23 November 2015 " Minimnya sentimen positif di pasar saham menjadi salah satu faktor Indeks BEI melemah karena pelaku pasar cenderung untuk lebih berhati-hati sehingga hal ini memicu adanya aksi ambil untung menyusul telah meningkatnya IHSG beberapa hari terakhir.
Selain hal tersebut diatas nampaknya yang tidak kalah memberikan dampak kepada pelemahan Indek Harga Saham Gabungan kemarin adalah banyaknya Investor asing yang melakukan aksi pelepasan atau penjualan saham mereka sehingga hal ini menambah sentimen negatif.
Dalam catatan data Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa Pelaku saham asing membukukan nilai jual bersih atau Foreing net sell sebesar Rp.26,67 milliar pada hari senini tanggal 23 november 2015 kemarin.
Meskipun sentimen negatif sedang berlangsung dalam Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia namun fenomena Windows Dressing menjelang akhir tahun masih memberikan peluang kepada IHSG untuk bergerak naik kembali.
Menurut Analys Asjaya Indosurya Securities,William surya wijaya yang berkeyakinan bahwa Indek Harga Saham Gabungan saat ini masih berjalan dalam area konsolidasi,sehingga masih terbuka lebar kondisi penguatan untuk IHSG terlebih menjelang akan dirilisnya data paket kebijakan ekonomi pemerintah desember mendatang.
Kabar lain menyebutkan bahwa pekan depan merupakan jadwal rilis data ekonomi pemerintah yang dikabarkan juga masih dalam kondisi stabil dan hal ini akan membuat posisi IHSG memiliki potensi untuk bangkit.
Catatan dari Lantai Bursa Efek Indonesia kemarin menyatakan bahwa untuk frekuensi transaksi mencapai 182.455 kali transaksi dengan jumlah transaksi saham mencapai 2,61 miliar lembar saham dengan nilai Rp. 2,86 Trilliun.
Sementara itu untuk Saham dengan pergerakan naik tercatat sebanyak 106 saham,sedangkan untuk saham yang bergerak turun tercatat sejumlah 153 saham dan saham yang mengalami stagnan atau tidak ada pergerakan sebanyak 106 saham.
Penurunan harga jual saham nampaknya tidak hanya terjadi pada Bursa Efek Indonesia dimana Bursa regional juga mengalami penurunan yakni Indeks Hang Seng turun ke level 22.665,90 dengan tingkat penurunan sebesar 88,82 poin atau sebesar 0,39 persen.
Penurunan juga dialami oleh Indeks Straits Time dimana tercatat mengalami pelemahan sebesar 14,42 poin atau setara dengan 0,49 persen menuju level harga 2.903,49.
Sedangkan kondisi berbeda justru dialami oleh Indek KOSPI yang justru mengalami kenaikan sebesar 13,84 poin atau sebesar 0,70 persen berada di level 2.003,70.
Thanks for reading & sharing Forex Exchanger

0 comments:
Post a Comment